Saat kita sedang jatuh cinta memang berjuta rasanya. Semuanya terlihat baik2nya aja, semua terasa indah (padahal menurut orang lain belum tentu). Kata orang dulu, "Kalo udah jatuh cinta, tai kucing rasa coklat". wuuuiikkkk...itu sih cuman istilah lebay-nya aja :p
Cinta itu buta, cinta tidak memandang apapun. Cinta adalah cinta, yang bisa tumbuh pada siapa saja dan dalam kondisi bagaimanapun. Tapi apa benar kalo CINTA ITU BUTA?
Cinta itu TIDAK BUTA, cinta itu bisa melihat. Ada sebuah kisah klasik tapi tidak untuk masa depan :D, Suatu ketika ada pasangan yang menjalin sebuah hubungan sebut saja Si A berpacaran dengan Si B. Si A mencintai si B yang notabene usianya jauh lebih tinggi diatas usianya. Dan orang2 disekitar Si A banyak yang kurang menyetujui dan menentang hubungan itu. Ketika Si A membiarkan perasaan yang begitu emosional mendikte perilakunya dan ada sesuatu hal yang membuat dirinya kehilangan kesabaran kemudian Si A berkata,"bagaimanapun dia aku mencintainya sepenuh hati, namanya juga CINTA ITU BUTA. Tingginya gunung akan kudaki, dalamnya laut akan ku selami, de el el (yang lebay2 pokoknya). #susah kalo udah kayak gini, jadi inget jaman2 jahiliyah dulu :-P
Baiklah sekarang waktunya kita kupas satu per satu (kayak mo makan buah aja pake dikupas sgala), dari kisah diatas bisa kita liat bahwa cinta Si A tidaklah buta, ia tau bahwa usianya jauh berbeda, ia tau bahwa usianya jauh berbeda, ia tau kepada siapa dia jatuh cinta, ia tau bahwa cintanya itu hadir diantara kontroversi, ia tau saat mencintai "orang yang salah", tapi cinta itu membutakan Si A yang sedang dilanda asmara.
Itu dia yang jadi masalah, kita sering mengkambinghitamkan (bukan mewarnai kambing dengan cat warna hitam loh....:D) cinta dengan alibi cinta itu buta. Tapi sebenarnya kita sendirilah yang membuat seakan-akan dia buta, karena keegoisan dan hasrat lain.
Cinta itu buta, cinta tidak memandang apapun. Cinta adalah cinta, yang bisa tumbuh pada siapa saja dan dalam kondisi bagaimanapun. Tapi apa benar kalo CINTA ITU BUTA?
Cinta itu TIDAK BUTA, cinta itu bisa melihat. Ada sebuah kisah klasik tapi tidak untuk masa depan :D, Suatu ketika ada pasangan yang menjalin sebuah hubungan sebut saja Si A berpacaran dengan Si B. Si A mencintai si B yang notabene usianya jauh lebih tinggi diatas usianya. Dan orang2 disekitar Si A banyak yang kurang menyetujui dan menentang hubungan itu. Ketika Si A membiarkan perasaan yang begitu emosional mendikte perilakunya dan ada sesuatu hal yang membuat dirinya kehilangan kesabaran kemudian Si A berkata,"bagaimanapun dia aku mencintainya sepenuh hati, namanya juga CINTA ITU BUTA. Tingginya gunung akan kudaki, dalamnya laut akan ku selami, de el el (yang lebay2 pokoknya). #susah kalo udah kayak gini, jadi inget jaman2 jahiliyah dulu :-P
Baiklah sekarang waktunya kita kupas satu per satu (kayak mo makan buah aja pake dikupas sgala), dari kisah diatas bisa kita liat bahwa cinta Si A tidaklah buta, ia tau bahwa usianya jauh berbeda, ia tau bahwa usianya jauh berbeda, ia tau kepada siapa dia jatuh cinta, ia tau bahwa cintanya itu hadir diantara kontroversi, ia tau saat mencintai "orang yang salah", tapi cinta itu membutakan Si A yang sedang dilanda asmara.
Itu dia yang jadi masalah, kita sering mengkambinghitamkan (bukan mewarnai kambing dengan cat warna hitam loh....:D) cinta dengan alibi cinta itu buta. Tapi sebenarnya kita sendirilah yang membuat seakan-akan dia buta, karena keegoisan dan hasrat lain.
Ketika cinta itu berbicara,
sering orang itu mengalami kebisuan karenanya.
Kadang orang digilakan oleh cinta,
rela berkorban untuk cinta yang kadang menyesatkan.
Seperti kata pepatah #gak tau pepatahnya sapa :-D,
sering orang itu mengalami kebisuan karenanya.
Kadang orang digilakan oleh cinta,
rela berkorban untuk cinta yang kadang menyesatkan.
Seperti kata pepatah #gak tau pepatahnya sapa :-D,
Cinta dapat membuat orang pintar jadi bodoh,
membuat orang bodoh jadi pintar.
Membuat orang kuat jadi lemah,
dan membuat orang lemah jadi kuat.
Bahkan dapat membuat orang sehat menjadi sakit,
dan orang yang sakit menjadi sehat.
So....
Pilihan ada ditangan kita, apakah kita masih mau dibutakan oleh cinta??
Twitter
Facebook
Flickr
RSS


1 komentar:
wah...
kalo sekarang gimana mas? :D
Post a Comment