12/27/2011

Wahai Yang Mampu Meluluhkan Hatiku

Tahukah engkau wahai yang mampu meluluhkan hatiku?
Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucinta,
Namun....
kepadamu lisan ini seolah terkunci.
Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu.
Walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah ia yang engkau cinta,
meski itu hanya sebagian prasangkaku.

Jika boleh aku beralasan,
mungkin aku hanya takut engkau akan menjadi “illah” bagiku,
karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam,
mendorong lagi.....,
dan lagi.....,
hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan,
dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia,
dan tak ada aku dalam kamus cintamu,
sakit terasa.....,
sakit memang dan begitu amat perih.
Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku.
Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku,
dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

11/21/2011

Sudahkah kita mengucapkan Alhamdulillah?


Mendengar bunyi alarm dipagi hari,
ketika bangun kita melihat sekeliling kamar tidak ada yang berubah,
kita masih bisa menghirup sejuknya udara pagi,
itu menunjukkan panca indra kita masih berfungsi dengan baik.

Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah,
itu menunjukkan berarti aku masih punya keluarga yang selalu perhatian kepada diriku.

Pakaianku terasa agak sempit,
itu menandakan berarti makanku cukup kenyang.

Setiap hari mencuci dan menyetrika tumpukan baju,
itu menandakan aku masih memiliki pakaian yang layak.

Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela,
memperbaiki talang dan selokan,
itu berarti aku masih memiliki tempat tinggal.

Mendengar guru/dosen menerangkan di depan kelas,
Hal itu menunjukkan bahwa orang tua kita masih mampu membiayai pendidikan kita.

Duduk kembali di kantor,
berarti masih ada perusahaan yang mau memperkerjakan kita.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah,
hal itu berarti aku masih dikelilingi teman-teman.

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore,
hal itu menandakan aku masih mampu bekerja keras.

Berangkat ke kantor atau ke kampus dan pulang ke rumah selamat tidak ada halangan apapun,
itu menunjukkan kalau Allah masih sayang dan melindungi diri kita.

Selama ini kita telah beraktifitas dari pagi sampai sore,
bahkan terkadang sampai malam,
Sudahkah kita mengucapkan "Alhamdulillah"?

7/22/2011

Do'aku

Ya Allah....

Tak perlu Engkau memberikan jodohku seorang wanita dari keluarga ningrat.
Cukuplah, jika ia dan keluarganya ikhlas menerimaku dan keluargaku menjadi bagian keluarga mereka,
sama seperti keikhlasanku dan keluargaku menerima mereka menjadi keluarga kami yang baru.

Tak perlu memiliki harta melimpah,
tapi cukuplah ia gemar bersedekah.

Tak perlu memiliki kecerdasan dan tingkat intelegensi di atas rata-rata,
tapi cukuplah jika ia sadar dengan kerelaan menyerahkan diri sepenuhnya dalam tanggung jawabku.

Tak perlu harus selalu melayaniku,
tapi cukuplah jika ia ikhlas dalam keterpurukanku.

Tak perlu harus pintar masak,
tapi cukuplah jika ia sadar dan mengerti bahwa dalam makanan ada keberuntungan,
dan keberuntungan itu 'mahal',
yang harganya tak bisa terbeli dengan ke'mubazir'an.

Tak perlu harus pintar mengurus rumah,
tapi cukuplah jika ia bisa menjaga kehormatan 'rumah'.

Tak perlu harus pintar dalam mendidik anak,
tapi cukuplah jika ia tahu dan sadar,
bahwa waktu kebersamaan tak bisa digantikan dengan uang jajan.
Dan, kasih sayang tak bisa digantikan dengan maaf dan penyesalan.

Tapi....
bagaimanapun ia, jika ia pilihan-Mu,
aku yakin itu pilihan terbaik untukku.

6/27/2011

Abu-abu Langit Malamku

Abu-abu langit malamku
Mungkin masih ada bias cahaya bintang.
Langitku masih terang, memang tak seperti biasa.
Tapi cukup indah.

Abu-abu langit malamku.
Menjemput khayalku bersama bintang.
Yang dulu terang, terindah.
Kini terhalang awan abu-abu.

Singkirkan kabut, wahai angin.
Aku ingìn melihatnya.
Dia...Dia bintang terindah.
Sampai saat ini masih menyimpan cerita.

Apa Kabar Cinta ?

Apa kabar CINTA?
Masihkah kau seindah dulu?
Membara yang hadirkan damai.
Bercahaya ketika malam gelap membelai?

Apakah masih nyanyianmu untukku?
Masihkah getar rindu itu tentang aku?
Masihkah cerita bintang berbalut kisah kau dan aku?

Apakah disitu kau masih bernama CINTA?
Banyak tanyaku untukmu...
Terlalu letihkah kau menjawabnya?

Nyinyirku bukan tanpa makna...
Ini tanya berisi harapan, tak benarnya semua prasangka.

Teruntukmu

Teruntukmu yang kecewa dengan tingkahku,
untuk dia yang terus berdiam diri,
untuk dia yang pernah mengisi hatinya dengan namaku.
untuk dia yang pernah berada dihadapanku.

Namun dia harus pergi,
bukan karena dia ingin pergi,
tapi aku yang membuat dia harus pergi.
Bukan aku yang terbaik untukmu,
Bukan aku yang bisa bahagiakanmu.

Maafkan karena keterbatasanku,
maafkan karena ketidaksempurnaanku.

Untuk dia,
yang selama ini telah aku bohongi,
yang selama ini telah kusakiti hatinya,
yang selama ini sengsara karena egoku,

Untuk kekhilafanku hari ini dan yang lalu,
untuk kenangan yang membuatmu sakit,
untuk segala sesuatu tentang kita,
aku meMOHON MAAF.

Untuk dia yang telah kusakiti.
Terima kasih buat cerita yang pernah ada.

Source : Note Pesbukku by Cah Lanang on Friday, February 25, 2011 at 9:05pm

6/26/2011

GeJe

Sunday,June 26, 2011 11.50 PM

Didepan tv liat pilem lama "The Mask", disambi onlen pake laptop kesayangan.
Dengerin musik ajeb2, pesbuk'an, browsing2 geje, ngetik2 (padahal gak tau apa aja yg diketik...yg penting ni jari gerak terus).
Gak fokus apa yg mau dikerjain,hadew......

Akhirnya ganti channel tv nonton National Treasure.
Jari2 masik ngetik aja (masih gak tau apa yg mo diketik).
Ganti lagu "Fly Away" n "Run Away" (masih lagu ajeb), pasti buwat yg biasa ajeb2 dah hafal banget ma ni lagu.

Bingung mo ngapain lagi akhirnya pegang ni blog (udah lama ni blog gak kepegang,kasihannn....).
Udah gini aja dulu ngeblog-nya, gak ada topik. Besok2 aja diisi ma yg lebih bermakna, yg penting ni blog udah kepegang lagi :-D