6/24/2012

Path On Life

There are different paths in life.
Straight ones, winding ones, broad ones, narrow ones, uphill and downhill.
But no matter which path you take, in the end you will arrive at the same destination.
Even when the paths of two people, eventually they will run into each other again.
But what if we lose sight of each other, that would mean that you two aren't destined for each other.

1/28/2012

Cinta Tidak Buta Tetapi Membutakan





Saat kita sedang jatuh cinta memang berjuta rasanya. Semuanya terlihat baik2nya aja, semua terasa indah (padahal menurut orang lain belum tentu). Kata orang dulu, "Kalo udah jatuh cinta, tai kucing rasa coklat". wuuuiikkkk...itu sih cuman istilah lebay-nya aja :p

Cinta itu buta, cinta tidak memandang apapun. Cinta adalah cinta, yang bisa tumbuh pada siapa saja dan dalam kondisi bagaimanapun. Tapi apa benar kalo CINTA ITU BUTA?

Cinta itu TIDAK BUTA, cinta itu bisa melihat. Ada sebuah kisah klasik tapi tidak untuk masa depan :D, Suatu ketika ada pasangan yang menjalin sebuah hubungan sebut saja Si A berpacaran dengan Si B. Si A mencintai si B yang notabene usianya jauh lebih tinggi diatas usianya. Dan orang2 disekitar Si A banyak yang kurang menyetujui dan menentang hubungan itu. Ketika Si A membiarkan perasaan yang begitu emosional mendikte perilakunya dan ada sesuatu hal yang membuat dirinya kehilangan kesabaran kemudian Si A berkata,"bagaimanapun dia aku mencintainya sepenuh hati, namanya juga CINTA ITU BUTA. Tingginya gunung akan kudaki, dalamnya laut akan ku selami, de el el (yang lebay2 pokoknya). #susah kalo udah kayak gini, jadi inget jaman2 jahiliyah dulu :-P

Baiklah sekarang waktunya kita kupas satu per satu (kayak mo makan buah aja pake dikupas sgala), dari kisah diatas bisa kita liat bahwa cinta Si A tidaklah buta, ia tau bahwa usianya jauh berbeda, ia tau bahwa usianya jauh berbeda, ia tau kepada siapa dia jatuh cinta, ia tau bahwa cintanya itu hadir diantara kontroversi, ia tau saat mencintai "orang yang salah", tapi cinta itu membutakan Si A yang sedang dilanda asmara.

Itu dia yang jadi masalah, kita sering mengkambinghitamkan (bukan mewarnai kambing dengan cat warna hitam loh....:D) cinta dengan alibi cinta itu buta. Tapi sebenarnya kita sendirilah yang membuat seakan-akan dia buta, karena keegoisan dan hasrat lain.

 
Ketika cinta itu berbicara,
sering orang itu mengalami kebisuan karenanya.
Kadang orang digilakan oleh cinta,
rela berkorban untuk cinta yang kadang menyesatkan.


Seperti kata pepatah #gak tau pepatahnya sapa :-D,

Cinta dapat membuat orang pintar jadi bodoh,
membuat orang bodoh jadi pintar.
Membuat orang kuat jadi lemah,
dan membuat orang lemah jadi kuat.
Bahkan dapat membuat orang sehat menjadi sakit,
dan orang yang sakit menjadi sehat.


So....
Pilihan ada ditangan kita, apakah kita masih mau dibutakan oleh cinta??

1/01/2012

L E L A H

Ya Allah....
Hari ini aku kembali mengadu.
Aku lelah sekali.
Terutama dalam menata hati.
Ada banyak bagian yang begitu susah kumengerti.
Begitu rumit untuk kupahami.

Bukan hanya perasaan cinta yang harus kutahan agar tak menggebu,
atau perasaan sedih yang harus ku urai agar tak menyepi.
Banyak hal yang masih tak kumengerti,
tentang rasa.....,
tentang emosi....,.
dan tentang jiwa.

Aku ingin berbaring sejenak untuk melepas penat.
Namun tetap saja tak mampu mengangkat rasa letih ini.
Rasa yang membuatku menghela nafas panjang.

Mataram, 21 Agustus 2010 00:55 WITA
Rewrite : Surabaya, 01 Januari 2012 11:33 WIB

12/27/2011

Wahai Yang Mampu Meluluhkan Hatiku

Tahukah engkau wahai yang mampu meluluhkan hatiku?
Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucinta,
Namun....
kepadamu lisan ini seolah terkunci.
Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu.
Walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah ia yang engkau cinta,
meski itu hanya sebagian prasangkaku.

Jika boleh aku beralasan,
mungkin aku hanya takut engkau akan menjadi “illah” bagiku,
karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam,
mendorong lagi.....,
dan lagi.....,
hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan,
dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia,
dan tak ada aku dalam kamus cintamu,
sakit terasa.....,
sakit memang dan begitu amat perih.
Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku.
Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku,
dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

11/21/2011

Sudahkah kita mengucapkan Alhamdulillah?


Mendengar bunyi alarm dipagi hari,
ketika bangun kita melihat sekeliling kamar tidak ada yang berubah,
kita masih bisa menghirup sejuknya udara pagi,
itu menunjukkan panca indra kita masih berfungsi dengan baik.

Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah,
itu menunjukkan berarti aku masih punya keluarga yang selalu perhatian kepada diriku.

Pakaianku terasa agak sempit,
itu menandakan berarti makanku cukup kenyang.

Setiap hari mencuci dan menyetrika tumpukan baju,
itu menandakan aku masih memiliki pakaian yang layak.

Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela,
memperbaiki talang dan selokan,
itu berarti aku masih memiliki tempat tinggal.

Mendengar guru/dosen menerangkan di depan kelas,
Hal itu menunjukkan bahwa orang tua kita masih mampu membiayai pendidikan kita.

Duduk kembali di kantor,
berarti masih ada perusahaan yang mau memperkerjakan kita.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu dirumah,
hal itu berarti aku masih dikelilingi teman-teman.

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore,
hal itu menandakan aku masih mampu bekerja keras.

Berangkat ke kantor atau ke kampus dan pulang ke rumah selamat tidak ada halangan apapun,
itu menunjukkan kalau Allah masih sayang dan melindungi diri kita.

Selama ini kita telah beraktifitas dari pagi sampai sore,
bahkan terkadang sampai malam,
Sudahkah kita mengucapkan "Alhamdulillah"?